Tatkala aku bersendirian pasti kenangan itu datang kembali mengusik ketenanganku. Mengapa begitu payah sekali kurasa untuk lari dari bayangan itu? Apa perlu aku hidup bersama kenangan itu sepanjang kedewasaan ini? Adakah itu liku yang harusku tempuhi? Jika benar, apakah aku tidak punya kenanganku sendiri? Kenangan yang memberi warna kehidupan padaku. Seperti warna-warna perayaan diwali yang begitu indah serta riang sekali. Perayaan yang penuh dengan kegembiraan dan tawa yang acap kali kedengaran keriangan. Itulah kehidupan yang aku impikan.
Namun, aku akur, kehidupan tidak selalu penuh dengan warna keriangan.Kehidupan tanpa warna kedukaan tidak akan membawa erti. Duka serta lara itulah yang banyak mengajar manusia erti sebenar kehidupan. Namun, padaku, teman-temanku adalah warna-warna diwali yang menghiasi duniaku. Mahupun warna itu suka atau duka, mereka tetap ibarat warna-warna diwali di sanubariku.
" Maya, yang engkau duduk kat tepi tingkap siap peluk langsir tu apasal?"
" Eh, kau Sepet. Aku ingat sape tadi, " tegur aku.
Detik itu juga segala lamunanku berlalu pergi hilang di sebalik kehijauan rimba. Aku sendiri tidak tahu sampai bila aku harus hidup dalam kenangan lalu.Kenangan yang aku semat rapi di anjung memori. Hendak ku lepaskan pergi, terbit rasa sayang. Ah, mengapa timbul soal sayang pula pada kenangan yang menjerat hatiku ini?
"Aah, akulah. Sape lagi yang ada kunci bilik ni Maya?" soal Sepet.
"Kalu iye pun rindu kat aku, tak perlulah nak peluk langsir tu," sendanya.
Kalau lah kau tahu Sepet, rindu aku ni pada siapa? Kalau lah dia yang aku rindu di sisi aku seperti kau Sepet, pasti takkan pernah aku peluk langsir ni.Kau memang sentiasa dekat denganku, tapi aku tetap terkenang yang jauh. Aku pohon kemaafan Sepet andai aku tidak mampu jadi teman terbaikmu.
seandainya,
lautan mampu ku renangi,
telah ku bertapak di situ,
menghela nafas di bumi asing,
berteman armada kasih di jiwa,
inginku curahkan semuanya,
buat belahan hatiku,
tidak ada yang sisa,
biar jiwa ini,
tidak lagi terbeban,
dek rinduku pada
dia yang bergelar hawa,
seandainya,
lurah mampu ku turuni,
sudah aku di sisimu,
menemanimu tiap detik dan ketika,
kala kau berteman duka,
ada aku mengukir senyum
di bibirmu,
saat kau dirundung awan gelap,
tanganku dihulur seikhlasnya,
buat menyeka air matamu,
seandainya,
diriku ini punya kudrat,
takkan aku masih di sini,
ibarat pungguk di pohon,
bulan jauh nun di langit,
sekadar memendam rindu,
yang menggila,
hawa itu bulan,
dan akulah pungguknya,
tetap setia menanti,
walau itu kebencianku,
namun hanya buatmu hawa. nukilan:Maya Khalisa
"Maya, kau rindu pada Intan?" duga Sepet.
"Eh, mana la ada Sepet.Kau ni pandai je nak meneka," selindungku sambil tanganku perlahan menyeka air mata jernih yang sedang membasahi pipi.
" Kau jangan nak tipu aku.Betulkan?"soalnya lagi.
"Betul Sepet. Tak ada."
"Kalau tidak apa makna ni?" soalnya sambil menghulurkan sekeping kertas.
Melayu adalah satu nama yang sering dikaitkan dengan keindahan budi serta kekayaan adab dan sopan.... namun, arus yang mendewasakan remaja hari ini telah menghanyutkan mereka jauh dari nilai-nilai budaya.. tak lagi ada anak-anak muda yang mahu bermain wau... tak lagi kedengaran suara anak-anak kecil bermain ting-ting.....
newww
Tuesday, June 30, 2009
Friday, June 19, 2009
person that i miss so much....father...
hurm...
2 tell bout my father ..
actually there's not much memory
that i've bout him..
i called him 'papa'...
he left me wen i was 3 at that time...
wat i knoe, im very close 2 my father...
erm...
how far we r close,
that i dont knoe...
but, wat i knoe,
i luv him so much!!!
wat will i do..
if i still hve my father...
the 1st thing i wanna do is hug him...
ill mke sure he will b the happiest father in da world...
i wunt let any1 hurt him...
i want him 2 smile...
hang out 2gether...
but..
that will b impossble..
he wunt come back...
h'ever,
i wish he will be among the blessful people..
n live a happy life there...
i juz can pray 4 u
hope God will forgive
all of ur sins...
i miss u 'papa'....
2 tell bout my father ..
actually there's not much memory
that i've bout him..
i called him 'papa'...
he left me wen i was 3 at that time...
wat i knoe, im very close 2 my father...
erm...
how far we r close,
that i dont knoe...
but, wat i knoe,
i luv him so much!!!
wat will i do..
if i still hve my father...
the 1st thing i wanna do is hug him...
ill mke sure he will b the happiest father in da world...
i wunt let any1 hurt him...
i want him 2 smile...
hang out 2gether...
but..
that will b impossble..
he wunt come back...
h'ever,
i wish he will be among the blessful people..
n live a happy life there...
i juz can pray 4 u
hope God will forgive
all of ur sins...
i miss u 'papa'....
srikandi bangsaku
srikandi tercinta,
harum mawarmu kian pudar,
maruahmu hamparan debu jalanan,
terlalu mudah,
dibawa desiran angin,
ke lembah durjana,
srikandi tercinta,
mengapa dikau alpa dibuai mimpi?
sanggup membiarkan tubuh anugerahnya,
dibaluti perca-perca kain,
dilabelkan dengan harga pasaran,
dipatungkan ibarat ukiran seni,
tanpa terbit,
walau sekelumit rasa malu,
kini srikandi bangsaku hilang,
gugur di perbatasan keimanan,
layu di taman budi,
duhai srikandiku,
hati ini sayu,
bersulam kehampaan,
pabila harga dirimu disahamkan,
tatkal mahkotamu direnggut rakus,
tanpa pernah engkau sesal,
srikandi tercinta,
dirimu disaluti lumpur noda,
dirimu digenangi lautan dosa,
dirimu dihujani ujian Maha Agung,
sedarlah engkau dari lena panjang,
berpatah semula merisik kemaafan,
jua mengintai ruang keinsafan,
temukanlah engkau,
duhai srikandiku,
pada damai yang hakiki.
nukilan:maya khalisa
harum mawarmu kian pudar,
maruahmu hamparan debu jalanan,
terlalu mudah,
dibawa desiran angin,
ke lembah durjana,
srikandi tercinta,
mengapa dikau alpa dibuai mimpi?
sanggup membiarkan tubuh anugerahnya,
dibaluti perca-perca kain,
dilabelkan dengan harga pasaran,
dipatungkan ibarat ukiran seni,
tanpa terbit,
walau sekelumit rasa malu,
kini srikandi bangsaku hilang,
gugur di perbatasan keimanan,
layu di taman budi,
duhai srikandiku,
hati ini sayu,
bersulam kehampaan,
pabila harga dirimu disahamkan,
tatkal mahkotamu direnggut rakus,
tanpa pernah engkau sesal,
srikandi tercinta,
dirimu disaluti lumpur noda,
dirimu digenangi lautan dosa,
dirimu dihujani ujian Maha Agung,
sedarlah engkau dari lena panjang,
berpatah semula merisik kemaafan,
jua mengintai ruang keinsafan,
temukanlah engkau,
duhai srikandiku,
pada damai yang hakiki.
nukilan:maya khalisa
Wednesday, June 10, 2009
what is it now??
hurm...
i wrote tis rite after i read some1 post....
mayb wat she said is true....
we r being part thousand miles away...n
i juz wanna noe is there any room in ur heart
tat can keep our frenship???
or mayb jz only 4 u to remember??
u r the one who said tat u will alwayz
put the person that u knoe longer 1st
in any situation....
but rite now, i feel like im being neglected...
or mayb tis is only my feelin tat
is disturb by my soul tat is empty cz missing u so much???
if u read n realiza tis, plz say someting...
i need 2 noe,
am i still ur best fren???
do we still gud fren(me, u n her)?
p/s: i really really really really really miss u!!!!!!!!
LOVE U SO MUCH....more than i cre bout myself...
i wrote tis rite after i read some1 post....
mayb wat she said is true....
we r being part thousand miles away...n
i juz wanna noe is there any room in ur heart
tat can keep our frenship???
or mayb jz only 4 u to remember??
u r the one who said tat u will alwayz
put the person that u knoe longer 1st
in any situation....
but rite now, i feel like im being neglected...
or mayb tis is only my feelin tat
is disturb by my soul tat is empty cz missing u so much???
if u read n realiza tis, plz say someting...
i need 2 noe,
am i still ur best fren???
do we still gud fren(me, u n her)?
p/s: i really really really really really miss u!!!!!!!!
LOVE U SO MUCH....more than i cre bout myself...
Thursday, May 28, 2009
andai ku miliki kudrat
seandainya,
lautan mampu ku renangi,
telah ku bertapak di situ,
menghela nafas di bumi asing,
berteman armada kasih di jiwa,
inginku curahkan semuanya,
buat belahan hatiku,
tidak ada yang sisa,
biar jiwa ini,
tidak lagi terbeban,
dek rinduku pada
dia yang bergelar hawa,
seandainya,
lurah mampu ku turuni,
sudah aku di sisimu,
menemanimu tiap detik dan ketika,
kala kau berteman duka,
ada aku mengukir senyum
di bibirmu,
saat kau dirundung awan gelap,
tanganku dihulur seikhlasnya,
buat menyeka air matamu,
seandainya,
diriku ini punya kudrat,
takkan aku masih di sini,
ibarat pungguk di pohon,
bulan jauh nun di langit,
sekadar memendam rindu,
yang menggila,
hawa itu bulan,
dan akulah pungguknya,
tetap setia menanti,
walau itu kebencianku,
namun hanya buatmu hawa.
NUKILAN: maya khalisa
lautan mampu ku renangi,
telah ku bertapak di situ,
menghela nafas di bumi asing,
berteman armada kasih di jiwa,
inginku curahkan semuanya,
buat belahan hatiku,
tidak ada yang sisa,
biar jiwa ini,
tidak lagi terbeban,
dek rinduku pada
dia yang bergelar hawa,
seandainya,
lurah mampu ku turuni,
sudah aku di sisimu,
menemanimu tiap detik dan ketika,
kala kau berteman duka,
ada aku mengukir senyum
di bibirmu,
saat kau dirundung awan gelap,
tanganku dihulur seikhlasnya,
buat menyeka air matamu,
seandainya,
diriku ini punya kudrat,
takkan aku masih di sini,
ibarat pungguk di pohon,
bulan jauh nun di langit,
sekadar memendam rindu,
yang menggila,
hawa itu bulan,
dan akulah pungguknya,
tetap setia menanti,
walau itu kebencianku,
namun hanya buatmu hawa.
NUKILAN: maya khalisa
Labels:
latest post
Sunday, May 24, 2009
~TaGgEd~

Dengan berbesar hati, saya menerima anugerah yang diberi oleh teman terbaik dalam hidup saya, Cik Intan Nur Atiqah. Sayang ko jugak.......
1. copy award di atas utk letak dalam blog anda
2. nyatakan 5 fakta menarik tentang pemberi award inz
3. 10 fakta atau hobi sendiri
4. 10 penerima award & describe dieorg
Serba-serbi tentang Intan Nur Atiqah
1.die ni x ske kalah
2. sgt2 manje trutama gn abah die....
3.ske dgn kucing...(Aloyah)
4 tau mkn jer...tp xtau nk mask...(ha3...its reality frenz.... no need 4 me 2 appologize ya??)
5. erm...agak cpat mrh org nye...
6.ske bising cri bnda ilang pas 2 mmbebel pd hal bnda ad dpn mata die...(sowi lah ni point y aq xleh tggl..hu3...)
7. sgt bertuah cz ad aq as ur frenz...he3...brtuah cz aq kn comey????(almk trlebey sudaa...)
8.sweet but xtraordinary nyer persn la dak nie....tp seorg y baek n mmahami aq...tankx 4 being such annoying n fantastic fren.....
9.....nk mtk izin nk tulis lg leh?????
fakta tentang saya....Nurul Nadiah..
1. seorg yg baek hati, pramah, kdg2 laaa.....
2. mulot sy ni agk laser ckit tp brtempat lah...
3. mnat dgn lilin.....wah..best kalo dpt present lilin....tankx intan 4 ur present on my previous bufday...the most lovable candle of all my collection....
4.ske pd keindahan bahasa...sastera adlah jiwa sy...
5. kdg2 sush utk dfahami, n diramal sbb sy ni bkn seperti yg org laen boley liht dr luaran...
6.sgt menyayangi kwn2 sy trutama intan nur atiqah n lai.....syg n windu kt korg....
7. erm...xske dgn bdaya rmaja skrg....
8 impian...~nk lihat bahasa Melayu ini sbg bahasa yg diiktiraf dunia...beso tue cite2..xpe2 berangan xslh asl tau brtmpat...
9. rse2 lah...sy ni ykin pd dri kowt....eh, bkn...sy seorg yg ykin pd dri!!
10. he3....org ckp sy sombong, tp xlah...knal lah sy dlu...
penerima grammy award 4 my blog...
1. my most lovable mom ~ seorg y sgt tbah n cekal dlm idop...haaa,, sgt2 lah grg tp its ok... it's her responsibility...wanita plg sempurna dlm hidupku...love u mom...!!!
2. lailatul asmarina ~ hu3...nie lah kwn aq gdoh...he3...best dpt gdoh gn die..
die ni nmpk je ksar tp lmbut sgt2...sensitif nk mampos.....anyway...luv u fren...
3. sufira ~ die ni dak sabah...tp xad rupe sabah pown....manje gle gn aq tp sgt2 care kt aq....die lah kwn mse aq kt uitm....ktorg ni kpala same jek...sengal2 n gle...mnat pown same...tp y past ktorag musuh..ha3...bkn pe sy MU tp die liverpool....but MU champion EPL ....nme mnje die sufi...
4.zakaria@p.ya~ my abg agkt...seorg y loya burok...sgt2 loya burok...tp sgt care kt aq...syg gle kt die..aha...as abg jek eh???? x lbey dr tue....die ni gle2 cket...ad ker die ckp aq nie awek agkt die???ish3...xptot..mntg2 xad awek...hish...anyway, aq syg kt die....he3...aq pngl die p.ya lanun...cz muke die gnas..
5.sape eh lg??
nt2 laaa...kalu tringt aq tulis eh???wat mse ni, ini je lah dlu
Friday, May 22, 2009
cerpen siri 2 - ~siapa mereka pada aku?~
Tanpa berlengah lagi, aku terus membuka langkah untuk berlalu pergi dari situ. Aku terus menuju ke dewan kuliah untuk mengikuti kelas Falsafah Sosiolinguistik. Tatkala sampai di muka pintu dewan kuliah Anggerik 1, langkahku segera terhenti.Perasaan cemas mula menyelinap segenap ruang jiwaku. Jiwa yang sekian lama kosong dan tidak berpenghuni. Aku sungguh gelisah sekali untuk berhadapan dengan Haikal.
"Ah, kau memang selalu begitu Maya.Bukan aku tak kenal dengan kau. Tempoh hari kau kata kau mahu terlibat dalam pementasan teater 'Kala Hembusan Angin Bertiup' itu? Sekarang kau kata kau tak mahu? Pasti ada sesuatu yang tidak kena bukan?" Haikal meluahkan ketidakpuasan hatinya padaku.
" Bukan seperti yang kau sangka Haikal. Aku cuma sibuk sekarang ni. Aku tidak punya masa untuk semua itu," jelas aku pada Haikal.
" Hah? Kau kata kau sibuk Maya? Setahu aku kau penggiat teater yang cinta akan seni lakonan. Teater jiwa kau Maya," desus Haikal penuh persoalan.
Sinaran matanya jelas menghamparkan seribu satu pengharapan yang teramat tinggi padaku. Namun, aku gusar. Harapan itu tak mungkin mampu aku tunaikan. Jiwa aku sudah mati. Hilang dibawa hembusan angin yang bertiup sayup. Aku tidak mampu melawan itu semua.Hatiku hanya mampu pasrah dan tunduk. Itu sahaja yang mampu aku lakukan. Aku insan yang tewas pada jiwaku sendiri.
" Ya, memang teater itu jiwaku. Tapi itu dulu Haikal. Tidak lagi sekarang. Manusia akan berubah.Tidak selama kita di takuk yang sama. Dan teater sudah mati buatku."
" Maya, kau harus cari semula diri kau yang hilang itu Maya. Kau harus cari tak kira ke mana ia meyepi. Biar di hujung helaan nafasmu, biar di ufuk mentari sekali, kau harus kembali Maya. Teater itu tak akan bernafas ceria tanpamu. Kau jiwa dan naluri 'Kala Hembusan Angin Bertiup', dan kau perlu hadir dalamnya," rayu Haikal.
Sejenak, aku mula mencari jawapan, ke mana hilangnya Maya? Puas aku berfikir, namun jawapan yang ku cari bertemu kehampaan. Ah, persetankan Maya yang dulu. Biar aku jadi diriku sekarang. Aku senang.
" Woi, ko buat ape depan pintu ni? Tak nak masuk ape? Kalau rasa-rasa tak nak masuk kelas tu, balik tido lagi baik la," suara Sepet menempelak padaku sekaligus mematikan lamunanku.
Sepet? Kenapa eh orang panggil dia Sepet? Entahlah, aku pun tak tau. Mungkin sebab mata dia sepet kot. Lupakan pasal sepet tu. Sekarang ni, ape yang aku tak faham mengapa orang di sekeliling gemar menilai seseorang itu dari luaran. Tiadk aku nafikan, Sepet seorang remaja perempuan, tetapi watak serta lakunya seperti seorang lelaki. Tapi taklah ketara sangat. Padaku, ciri-ciri wanita itu masih ada padanya. Cuma, jiwa dia je yang agak ganas sikit. Sikit je la.Tak banyak pun.
" Aku bukan pe Sepet, aku malas lah nak menghadap muka si Haikal tu."
" Ala, yang kau pikir sangat pasal tu nape? Lantak la dia. Kau punya sukalah nak buat apa. Hidup kau," rungut Sepet.
bersambung..............
"Ah, kau memang selalu begitu Maya.Bukan aku tak kenal dengan kau. Tempoh hari kau kata kau mahu terlibat dalam pementasan teater 'Kala Hembusan Angin Bertiup' itu? Sekarang kau kata kau tak mahu? Pasti ada sesuatu yang tidak kena bukan?" Haikal meluahkan ketidakpuasan hatinya padaku.
" Bukan seperti yang kau sangka Haikal. Aku cuma sibuk sekarang ni. Aku tidak punya masa untuk semua itu," jelas aku pada Haikal.
" Hah? Kau kata kau sibuk Maya? Setahu aku kau penggiat teater yang cinta akan seni lakonan. Teater jiwa kau Maya," desus Haikal penuh persoalan.
Sinaran matanya jelas menghamparkan seribu satu pengharapan yang teramat tinggi padaku. Namun, aku gusar. Harapan itu tak mungkin mampu aku tunaikan. Jiwa aku sudah mati. Hilang dibawa hembusan angin yang bertiup sayup. Aku tidak mampu melawan itu semua.Hatiku hanya mampu pasrah dan tunduk. Itu sahaja yang mampu aku lakukan. Aku insan yang tewas pada jiwaku sendiri.
" Ya, memang teater itu jiwaku. Tapi itu dulu Haikal. Tidak lagi sekarang. Manusia akan berubah.Tidak selama kita di takuk yang sama. Dan teater sudah mati buatku."
" Maya, kau harus cari semula diri kau yang hilang itu Maya. Kau harus cari tak kira ke mana ia meyepi. Biar di hujung helaan nafasmu, biar di ufuk mentari sekali, kau harus kembali Maya. Teater itu tak akan bernafas ceria tanpamu. Kau jiwa dan naluri 'Kala Hembusan Angin Bertiup', dan kau perlu hadir dalamnya," rayu Haikal.
Sejenak, aku mula mencari jawapan, ke mana hilangnya Maya? Puas aku berfikir, namun jawapan yang ku cari bertemu kehampaan. Ah, persetankan Maya yang dulu. Biar aku jadi diriku sekarang. Aku senang.
" Woi, ko buat ape depan pintu ni? Tak nak masuk ape? Kalau rasa-rasa tak nak masuk kelas tu, balik tido lagi baik la," suara Sepet menempelak padaku sekaligus mematikan lamunanku.
Sepet? Kenapa eh orang panggil dia Sepet? Entahlah, aku pun tak tau. Mungkin sebab mata dia sepet kot. Lupakan pasal sepet tu. Sekarang ni, ape yang aku tak faham mengapa orang di sekeliling gemar menilai seseorang itu dari luaran. Tiadk aku nafikan, Sepet seorang remaja perempuan, tetapi watak serta lakunya seperti seorang lelaki. Tapi taklah ketara sangat. Padaku, ciri-ciri wanita itu masih ada padanya. Cuma, jiwa dia je yang agak ganas sikit. Sikit je la.Tak banyak pun.
" Aku bukan pe Sepet, aku malas lah nak menghadap muka si Haikal tu."
" Ala, yang kau pikir sangat pasal tu nape? Lantak la dia. Kau punya sukalah nak buat apa. Hidup kau," rungut Sepet.
bersambung..............
Labels:
latest post
Subscribe to:
Posts (Atom)